Bobblehead Bunny Bobblehead Bunny

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

Tips mendaki bagi pendaki pemula perempuan

15 tips mendaki bagi pendaki pemula perempuan




Mendaki gunung adalah salah satu olahraga yang sedang nge-trend akhir akhir ini. Para cewek yang bukan anggota pencinta alam pun sudah tidak asing lagi dengan jenis olahraga satu ini.
Meskipun kegiatan ini cukup berat dan menguras keringat, mendaki gunung bukan penghambat kita buat tetap cantik, sehat dan menawan lho. Sebelumnya Hipwee pernah menulis tentang tips naik gunung disini. Berikut kami tambahkan beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar perjalananmu menyenangkan sampai puncak :




1. Minimal Seminggu Sebelum Berangkat, Kamu Sudah Harus Mulai Olahraga Ringan


Buat para cewek yang jarang olahraga, alangkah baiknya mulai berolahraga minimal seminggu sebelum naik gunung agar otot ototmu tidak tegang dan shock nantinya. Kamu bisa coba senam pagi, jogging, atau berenang agar nafasmu lebih panjang dan teratur saat di dataran tinggi nanti. Dengan begitu kamu tidak mudah lelah dan kehabisan tenaga saat mendaki. Kamu juga lebih mudah mengatur nafas, jadi kamu tidak terlalu ngos-ngosan saat berjalan jauh.


2. Jangan Lupa Bawa Tisu Basah dan Tisu Kering. Mereka Bisa Jadi Andalan Buat Bersih-Bersih



Di atas gunung, kita kadang tidak bisa memperkirakan soal ketersediaan air. Untuk itu, kamu perlu membawa tisu basah dan tisu kering demi urusan bersih-bersih badan. Kamu gak mau’kan minyak, keringat dan debu nempel berhari hari di kulit cantikmu? Selain itu, kedua benda ini juga bisa dipakai dalam urusan bersih-bersih perkakas makan.


3. Pakai Pakaian Khusus Mendaki, yang Menyerap Keringat Namun Tetap Mampu Menghalau Suhu Dingin dan Angin




Biasanya, pada saat awal perjalanan, kita akan merasakan suhu lingkungan yang dingin sehingga kita cenderung memilih menggunakan jaket. Namun beberapa saat kemudian terkadang kita akan merasakan gerah karena panas tubuh yang keluar sepanjang perjalanan. Tapi baju yang terlalu tipispun juga bisa bikin kamu masuk angin. Maka dari itu, kamu lebih baik gunakan pakaian khusus mendaki yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis.
Pakaian ini biasanya mampu menyerap keringat dan mampu menghalau suhu dingin. Agar kulitmu tidak tergores-gores ranting pohon saat masuk hutan, gunakanlah yang lengan panjang, atau kamu bisa menggunakan manset. Jangan pernah gunakan celana jeans untuk mendaki gunung, kakimu bisa gampang pegal gara gara aliran darah yang terhambat karena celana yang terlalu ketat.


4. Bawa Deodorant. Kamu Gak Mau ‘Kan Bau Badan Selama Perjalanan?



Tentu kamu nggak mau ‘kan teman satu tim-mu harus menahan nafas sepanjang perjalanan karena bau badanmu? So, jangan lupa gunakan deodorant. Jika perjalananmu cukup lama, kamu bisa menggunakannya setiap pagi setelah membersihkan badan, sebelum perjalanan dimulai lagi. Jangan menggunakannya dalam kondisi badan sedang berkeringat, selain tidak sehat karena kondisi pori pori yang tidak bersih dapat memicu kanker, bau ketiak juga bisa makin tidak karuan.
Lebih baik bersihkan ketiak dengan tisu basah terlebih dahulu, lalu biarkan mengering, setelah itu baru gunakan deodorant favoritmu. Perjalananmu akan lebih menyenangkan, karena kamu bisa tampil percaya diri dan wangi.
5. Jangan Malas Pakai Sunblock! Sunblock adalah Sahabatmu Selama Pendakian.
Udara gunung itu kadang panas, kering, terik, tapi dingin. Nah lho, bingung juga kan kulitnya? Untuk itu sangat disarankan bagimu menggunakan sunblock, minimal SPF 30 untuk mengantisipasi kulit terbakar.
Apalagi buat cewek cewek yang mempunyai kulit sensitif, wajib banget pakai benda satu ini demi melindungi kulitmy. Sebagai salah satu item penting yang harus kamu bawa ketika naik gunung, sebaiknya sunblock kamu letakkan di bagian tas yang mudah terjangkau. Jadi kamu bisa gunakan kapan saja, minimal di bagian kulit yang selalu terpapar matahari — seperti telapak tangan dan wajah.


6. Buat Kamu yang Terbiasa Pakai Lensa Kontak, Inilah Saatnya Buat Kamu Coba Pakai Kacamata Saja


Buat kalian yang terbiasa menggunakan lensa kontak, sangat tidak disarankan untuk menggunakanya saat naik gunung. Kenapa? Pertama, kondisi cuaca gunung yang kering dan berdebu kurang steril untuk penggunaan lensa kontak. Kedua, jadwal pendakian yang padat sering tidak memberikanmu waktu untuk copot-pasang-dan meneteskan cairan lensa.
Ketika kamu memaksakan diri memakainya, bukan tidak mungkin matamu malah bisa iritasi. Menggunakan kacamata jauh lebih praktis dan aman kok. Pastikan kamu membawa kacamata cadangan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan pada kacamata utamamu.


7. Selipkan Kacamata Hitam di Tas Kecilmu. Selain Ini Buat Gaya Juga Bisa Buat Pelindung Mata.
Kacamata hitam bisa kamu gunakan untuk melindungi mata dari teriknya matahari. Benda ini juga bisa melindungimu dari kepulan debu yang tersisa dari para pendaki sebelumnya.
Selain itu tentu juga bisa buat gaya. Agar tetap praktis dan terjangkau tangan, kamu bisa menyelipkannya di tas kecilmu atau di bagian atas carrier-mu.


8. Jangan Lupa Bawa Slayer Atau Kain Kecil. Mereka Bisa Berfungsi Ganda Lho!
Slayer atau kain tipis juga wajib kamu bawa. Secarik kain yang tidak banyak memakan tempat dalam carriermu ini bisa kamu gunakan untuk melindungi lehermu dari kedinginan. Kain ini juga bisa kamu gunakan sebagai penutup kepala saat langit sedang terik. Selain itu, menggunakan kain warna-warni di kepalamu juga bisa bikin kamu jadi tambah eye catching.
Teman-teman satu tim-mu bisa dengan mudah mengenalimu hanya dari warna kain penutup kepala yang kamu gunakan.


9. Lindungi Tanganmu Dengan Sarung Tangan


Sarung tangan juga bisa berfungsi ganda. Pertama, saat perjalanan biasanya kamu akan menemui tanjakan yang memaksamu harus merangkak, dan berpegangan pada pohon pohon besar yang bisa jadi berduri. Nah sarung tangan membuat tangan kita menjadi lebih aman. Selain itu, disaat malam, benda satu ini juga bisa kamu gunakan untuk menghangatkan tanganmu.


10. Perkara Buang Air Besar dan Kecil Di Tempat Terbuka?
Hal satu ini memang jadi dilema yang tak terhindarkan buat para cewek yang mau mendaki gunung. Di atas gunung nggak ada toilet, jadi mau tak mau kamu harus ikhlas buang hajat di alam terbuka. Aneh? Awalnya iya sih, tapi lama kelamaan juga biasa kok.
Kalau rasa ingin buang air datang, segera carilah tempat yang tersembunyi. Pilihlah dataran rata yang lokasinya cukup jauh dari tenda, agar tidak ada pendaki lain yang melihatmu. Selain itu, agar tidak terlalu terekspos, kamu bisa juga mengenakan ponco atau sarung sebagai penutup. Buang air di gunung, kamu bisa menikmati pemandangan paling indah dibanding toilet manapun.
Oh iya, jangan lupa bawa alat untuk menggali tanah dan jangan lupa juga bawa tisu basah ya!


11. Dilarang Keras Buat Diet Saat Sedang Mendaki


Buat kamu yang sedang program diet, dilarang keras buat diet makanan. Selain membatasi energi dan kekuatan dirimu sendiri, hal ini juga bisa merugikan orang lain lho. Makanlah secukupnya, biar gak pingsan. Untuk tetap menjaga berat badanmu, kamu bisa yoga-yoga ringan di sela istirahat. Kamu gak mau ‘kan kalau kamu gagal menikmati keindahan gunung karena kamu sakit?


12. Jaga Menu Makanmu. Makan Berat Itu Bukan Melulu Soal Makan Mie Instan, Kok!




Tenang, buat kamu para cewek yang gak pengan gendut. Kita tahu, mie instan memang makanan yang paling praktis bisa diolah dimana saja dan gampang. Tapi selain gak sehat, kita bosan juga ‘kan kalau kita makan mie instan terus selama di gunung?
Nah, di atas gunung kita juga masih bisa makan sehat lho. Gak ribet kok. Misalnya saja kamu bisa bikin sop kacang merah. Persiapkan semua bahan dalam bentuk potongan dari rumah. Kamu bisa membawa minyak dalam botol kecil, misalnya di dalam botol bekas kecap. Kalau mau bawa telur, simpanlah di egg holder atau kamu masukan dalam kantong yang berisi beras. Untuk menu makanan di atas gunung, pilihlah makanan yang sehat, dan berkalori tinggi.


13. Tidur Malam Adalah Waktunya Merawat Kulit
Sebelum tidur adalah waktu yang tepat buat merawat kulitmu. Bersihkan seluruh tubuhmu dengan tisu basah, lalu gunakan pelembab atau krim malam agar kulitmu terhindar dari dehidrasi. Bibirmu juga jangan lupa ketinggalan untuk kamu olesi lips balm.


14. Penting Banget Buat Tahu Tanggal Mentruasi


Persiapkan pembalut dan beberapa pakaian dalam bersih untuk berjaga-jaga kalau misalnya “tamu bulanan” tiba-tiba datang. Jangan lupa bawa obat pereda nyeri haid. Dan kalau kamu mendaki dalam kondisi menstruasi, pastikan kamu membawa beberapa plastik kecil untuk menyimpan bekas pembalutmu. Letakkan bekas pembalut di kompartemen tersendiri dalam carrier-mu, selalu sisahkan dari barang yang lain.
Jangan malas mengganti pembalut. Di tengah aktivitas fisik yang berat, terkadang kuantitas menstruasimu juga bisa meningkat. Selain itu, dalam kondisi minim air, penting bagimu mengganti pembalut secara teratur demi menjaga kebersihan. Satu yang pasti, jangan pernah meninggalkan bekas pembalutmu di atas gunung.


14. Setidaknya, Pastikan Dalam Pendakianmu Kamu Punya Teman Yang Sama-Sama Berjenis Kelamin Cewek




Usahakan kamu jangan menjadi cewek satu satunya. Jadi kamu bisa punya tenda sendiri. Kalau pun terpaksanya kamu sendirian dan harus tidur bareng temen teman tim kamu yang sebagian besar adalah cowok, kamu bisa pilih untuk tidur di paling pinggir, atau kamu juga bisa kasih kode ke teman temanmu sambil bercanda bahwa kamu perlu menjaga diri
“Jangan mepet mepet aku yaaa, nanti bau iler kamu”, sambil bercanda. Secara tersirat itu menunjukan kalau kamu perlu privasi dan ruang sebagai cewek. Pasti teman temanmu ngerti kok. Atau misal tidak memungkinkan, taruhlah barang barang di antara kamu dan meraka, sebagai pemisah.


15. Kalau Kamu Capek, Bilang Dengan Jujur Pada Rekan Satu Tim. Istirahat Sebentar, Lalu Lanjutkan Perjalanan


Bagaimana pun, tenaga cewek dan cowok dalam aktivitas outdoor itu ambang batasnya berbeda. Kakimu tidak sepanjang mereka, maka wajar jika kamu merasa kelelahan jika terus mengikuti ritme berjalan ala cowok. Kalau kamu sudah merasa lelah dan tidak kuat melanjutkan perjalanan, bilang saja pada teman-teman satu tim-mu. Mereka pasti mengerti kok!
Pulihkan tenagamu dengan cemilan madu atau coklat. Luruskan kaki, ambil nafas, dan minum dulu. Lalu lanjutkan perjalanan. Keindahan pemandangan di puncak bisa jadi penyemangatmu untuk kembali melangkahkan kaki.
Faktanya, cewek memang punya seabreg urusan perawatan untuk menjaga kecantikan dan kesehatanya. Tapi, buat kamu para cewek yang ingin mendaki gunung, kamu masih bisa tetap sehat dan terlihat menawan diatas gunung kok dengan tips praktis ini.
Jadi jangan khawatir kecantikanmu bakal memudar untuk memulai mendaki gunung. Selamat mendaki! Semoga perjalananmu menyenangkan!




Sumber : www.hipwee.com



Cara mengatasi Hipotermia di Gunung


Cara mengatasi Hipotermia di Gunung

Belajar banyak tentang bagaimana mencegah dan cara mengatasi hipotermia ketika berada di gunung, jangan sampai kita tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi kepada kita atau teman kita …
ilustrasi-hipotermia
Hipotermia, suatu jenis penyakit yang wajib diwaspadai oleh para pendaki gunung, hipotermia bisa menyerang siapa saja dan bila tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa mengakibatkan kematian. Banyak kasus pendaki gunung yang meninggal dunia akibat hipotermia, dan sayangnya orang-orang disekitarnya tidak bisa membantu banyak karena tidak tahu cara mengatasinya.

Definisi Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi dimana mekanisme tubuh mengalami drop dan kesulitan saat upaya pengaturan suhu tubuh dalam mengatasi tekanan suhu dingin disekitarnya.
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh inti manusia jatuh jauh dibawah suhu tubuh normalnya. Hal ini dapat dengan mudah menimpa orang yang bila terkena angin dingin atau dalam keadaan basah yang terlalu lama. Kondisi ini sering dijumpai khususnya oleh para pendaki gunung.
Gejala awal penderita, saat suhu tubuh mulai menurun drastis, ia akan menggigil sebagai bentuk upaya tubuh menghangatkan diri, setelah itu tiba dimana tubuh kehilangan banyak energi, hingga batas energi penderita habis lalu memasuki fase kritis, saat-saat dimana jika tak tertolong bisa berakhir kepada kematian.

Cara Mencegah Hipotermia

Berikut beberapa tips untuk mencegah serangan hipotermia:
  1. Selalu lengkapi pendakian dengan perlengkapan sesuai prosedur pendakian, seperti contohnya jaket gunung (polar didalam, anti air dan anti angin), celana lapangan quickdry yang saat basah cepat mengering, sleeping bag, kaos kaki, sarung tangan polar, raincoat atau jas hujan.
  2. Hindari kontak dengan air secara langsung. Jika hujan turun segera kenakan jas hujan, walaupun hujan yang turun tidak terlalu lebat atau masih rintik-rintik. Hujan yang rintik inilah yang seringkali menjadi penyebab lalainya pendaki yang dengan gengsinya beresiko terserang hipotermia.
  3. Jangan pernah mendaki dengan menggunakan celana jeans! celana jeans akan sangat sulit kering jika terkena basah baik oleh keringat maupun air hujan.
  4. Jangan berlama-lama mengenakan pakaian basah, pakaian basah adalah faktor utama penyebab turunnya suhu tubuh. Segera ganti dengan pakaian yang kering.
  5. Pastikan tidur dalam kondisi yang hangat, minimal tidak kedinginan. Alasi alas tidur dengan matras, gunakan sleeping bag, lapis tubuh dengan jaket tebal berbahan polar didalamnya, gunakan kupluk, double kaos kaki, juga pakai sarung tangan polar. Pastikan tidur anda nyaman dan aman dari hawa dingin.

Cara Mengatasi Hipotermia

Penjelasan cara mengatasi penderita hipotermia dibedakan berdasar kondisi penderita, penderita dalam keadaan sadarkan diri atau dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Penderitan dalam keaadaan sadarkan diri
  1. Ganti baju basah, dengan baju kering.
    Seperti disebutkan diatas, pakaian dalam keadaan basah lah yang bisa menjadi faktor utama serangan hipotermia datang. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering nan hangat. Ganti secara perlahan, harus hati-hati karena tubuh penderita sangat rentan dengan goncangan.
  2. Kasih minuman hangat.
    Selanjutnya beri minuman hangat. Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Contohnya coklat hangat atau teh hangat.
  3. Kasih makanan berkalori tinggi.
    Dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan minuman manis lainnya.
  4. Ajak bergerak.
    Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Selanjutnya ajak penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.
  5. Buat api unnggun di sekitar.
    Usaha terakhir anda bisa membuat api unggun di sekitar guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.
Penderita dalam keadaan tidak sadarkan diri
Kondisi kedua adalah ketika kondisi penderita sudah kritis dan tidak sadarkan diri.
  1. Ganti baju basah, perlahan.
    Pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering. Ingat harus hati-hati dan perlahan.
  2. Masukkan kedalam sleeping bag.
    Selanjutnya, jika sudah diganti dengan baju yang kering kemudian masukkan penderita kedalam sleeping bag dan lapisi dengan lapisan yg hangat, seperti jaket dan juga selimut.
  3. Buka bajunya peluk tubuhnya. kulit ketemu kulit.
    Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.
  4. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri.
    Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara. sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri.
  5. Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti point diatas “penanganan saat penderita dalam kondisi sadarkan diri”
Demikian semoga bermanfaat. Salam
Bantu Share info ini ya ke teman-teman para pendaki lainnya, agar terhindar dan tahu bagaimana menghadapinya ketika ada yang terserang hipotermia…

sumber : http://jejakpendaki.web.id/cara-mengatasi-hipotermia-ketika-di-gunung

Minggu, 08 Januari 2017

Survival (Cara bertahan hidup di alam bebas)


Survival (Cara Bertahan Hidup di Alam Bebas)



http://wahanago.com/wp-content/uploads/2015/02/Jungle-Survival-Bertahan-Hidup-di-Hutan.jpg

Tujuan utama dari suatu perjalanan yang kita lakukan tentunya untuk dapat sampai ke tempat tujuan dengan aman dan lancar. Kita pun pasti akan selalu berharap proses dari perjalanan yang kita lakukan tidak terganggu dengan berbagai hambatan dan rintangan. Namun kadangkala, kenyataan yang ada di lapangan tak sesuai dengan harapan, terutama jika perjalanan yang kita lakukan berhubungan langsung dengan alam bebas yang masih sangat liar.

Cuaca yang berubah-ubah, kondisi medan yang berat, kecelakaan yang tak terduga, tersesat kehilangan arah, dan masih banyak lagi hal yang dapat menjadi penghambat perjalanan kita untuk sampai di tempat tujuan. Kali ini kita akan membahas salah satu teknik paling penting yang harus dimiliki setiap pelaku perjalanan manakala menghadapi situasi buruk yang tak diharapkan, yaitu survival (teknik bertahan hidup).

Survival adalah suatu usaha untuk mempertahankan hidup pada keadaan yang tidak diharapkan, misalnya saat kita tersesat di hutan. Tentu saja survival ini merupakan keadaan yang sifatnya terpaksa. Sebab-sebab terjadinya bisa karena keadaan alam (cuaca, medan), keadaan mahluk lain di sekitar kita (binatang, tumbuhan), ataupun karena keadaan diri kita sendiri (mental, fisik, kesehatan). Teknik survival ini wajib kita pelajari jika kita tetap ingin bertahan hidup saat kondisi terburuk yang dapat kita bayangkan benar-benar terjadi menimpa kita.
Dalam melaksanakan survival, seorang survivor membutuhkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya :

Sikap mental
Seorang survivor (pelaku survival) harus memiliki sikap mental yang kuat manakala berhadapan dengan kondisi kritis di lapangan, yakni memiliki semangat untuk tetap hidup, selalu percaya diri, berusaha untuk selalu menggunakan akal sehat dan berfikir dengan jernih, selalu belajar dari pengalaman, serta memiliki pengetahuan tentang alam bebas tempat kita melakukan perjalanan.

Pengetahuan tentang survival
Survivor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang teknik survival, seperti cara membuat alat perlindungan (shelter seperti bivak), cara memperoleh air, cara membuat api, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan, serta pengetahuan orientasi medan.

Pengalaman dan latihan
Seorang survivor yang siap menghadapi kondisi apapun, tentu telah dibekali dengan pengalaman dan latihan tentang teknik survival di alam liar. Hal ini bisa didapatkan manakala survivor pernah mengikuti pendidikan khusus kepecintaalaman, militer, SAR, atau telah mengikuti diklat khusus tentang survival. Bagi kawan-kawan yang tidak punya latar belakang dasar seperti itu, usahakanlah untuk mendalami teknik survival dengan berlatih secara otodidak, karena saat ini, banyak sekali referensi teknik-teknik survival yang bisa didapat dari internet.

Peralatan Survival
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf6nwu79j5fXCAEavTw4WNEnzZKYFtgqCiQoQ66vjbl0n8LdqaMvKnT_CZFCEJWlqMfoPG9PD6WHF_b-DIVmEJwzQWHCF5siO6pukdh1t0rvByS-igwvhYr5WQsiX4oVwkMMVBpGDBrLrv/s1600/survival+kit.jpg

Seorang survivor akan lebih mudah mengatasi keadaan buruk yang dihadapi manakala dilengkapi oleh peralatan praktis yang mendukung usaha survival yang ia lakukan. Peralatan yang paling penting untuk dimiliki tentu saja beragam peralatan praktis yang tergabung dalam survival kit. Tentang survival kit ini akan dijelaskan dengan lebih rinci di bahasan berikutnya.


Langkah-langkah yang perlu dilakukan
Selanjutnya, kita akan membahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk melaksanakan teknik survival ini. Langkah yang harus dilakukan adalah:

◾Mengkoordinasikan anggota kelompok (jika perjalanan dilakukan secara berkolompok)

◾Melakukan pertolongan pertama pada siapapun yang memiliki kondisi kritis (missal anggota kelompok yang terluka.

◾Melihat dan menganalisa kemampuan dan keadaan anggota.

◾Mengadakan orientasi medan (mengetahui perkiraan posisi secara tepat, menganalisa kemungkinan daerah pemukiman, memperkirakan jalan keluar yang cepat dan tepat).

◾Merencanakan penjatahan bahan makanan (disesuaikan dengan jumlah anggota dan perkiraan waktu survival)

◾Mencari cara untuk mencoba berkomunikasi dengan pihak luar (misal lewat radio atau telpon)

◾Membuat jejak dan mencari perhatian tim penolong ataupun pihak lainnya.

◾Mencari atau mendapatkan pertolongan.

Beberapa hal yang memperburuk keadaan
Keadaan survival ini tentu bukan keadaan yang nyaman, dalam keadaan seperti itu, banyak hal dapat terjadi dengan cepat dan makin memperburuk keadaan kita, diantaranya adalah:

◾Ketegangan dan kepanikan yang menimpa anggota kelompok maupun diri kita sendiri.
◾Keadaan mental yang makin ngedrop.
◾Bahaya binatang buas.
◾Keracunan air ataupun dari makanan.
◾Kelelahan fisik yang telah mencapai batasnya.
◾Dehidrasi akibat kekurangan asupan air.
◾Kelaparan.
◾Hipotermia akibat dingin.

Berusahalah untuk tetap tenang menghadapi segala keadaan buruk yang terjadi, cobalah untuk menghindari melakukan hal-hal yang akan makin memperburuk keadaan kita. Persiapkan selalu survival kit dalam perencanaan peralatan perjalanan yang kita bawa, hal ini akan sangat kita syukuri saat tiba-tiba keadaan terburuk datang menghadang.

Upaya pencegahan tentu lebih baik dari penanggulangan, maka dari itu, persiapkanlah perencanaan perjalanan kita dengan sebaik mungkin. Pelajari dengan teliti dan serius berbagai informasi tentang destinasi tujuan kita. Bekali diri dengan pengetahuan dan skill yang cukup, lalu berdoalah selalu untuk keselamatan perjalanan yang akan kita lakukan. Jadilah penggiat alam yang cerdas dan bijaksana saat melakukan berbagai aktivitas di alam liar.

Itu saja yang dapat penulis sampaikan mengenai teknik survival, untuk pelajaran yang lebih mendalam, kawan-kawan bisa cari dari referensi buku dan video yang banyak tersebar di internet, atau dengan mengikuti event-event semacam diklat SAR. Semoga bermanfaat, salam lestari!



sumber : Diktat Pendidikan Dasar ASTACALA