Bobblehead Bunny Bobblehead Bunny

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Reppling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reppling. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

Peralatan turun tebing














Alat-Alat Untuk Kegiatan rappelling 

https://bifa11.files.wordpress.com/2012/06/img_1293.jpg


Hallo sahabat Pengagum Alam bagaimana kabarnya? Baik bukan. Kali saya akan berbagi tentang alat untuk Rappelling. Jika kita sebelumnya sudah membahas tentang Pengertian Rappelling maka kali ini kita akan membahas tentang alat-alat yang digunakan untuk rappelling. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa rappelling sepenuhnya mengandalkan alat, jadi kita harus benar-benar mengetahui tentang peralatan apa saja yang digunakan untuk kegiatan rappelling ini. Alat-alat rappeling sebenarnya cukup banyak tetapi simple, mungkin kita sudah mengetahui beberapa dari alatnya. Berikut adalah alat-alat untuk Rappelling:

 1. Tali Karmantel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwCm60ZlZpuOqD4fRonaWRSvFnQlj9IWBu1lCwLRe5AlipqRtORpeQP5IhjxZNpdoR9wZZqkcKOKpy0O3_aqwUOaMZiZj16CcwknLu-ctlnaLMnnytbV8RehOovQiQ5lTb_juHb4ZnDpJS/s1600/rope__Kernmantel__ezg_1.gif Pada kegiatan rappelling kita menggunakan tali karmantel karena tali ini cocok dan kuat untuk menopang tubuh kita. Tali karmantel ada 3 Jenisnya kita dapat menggunakan ketiga jenis itu untuk rappelling jadi jangan khawatir kita tidak akan salah memilih tali karmantel karena ketiganya daoat digunakan untuk rappelling. Panjang tali karmantel umumnya mempunyai berbagai macam variasi, tetapi sebaiknya panjang tali yang digunakan yaitu dari anchor sampai tanah dan yang menyentuh tanah sebaiknya dilebihkan 1-2m agar Belayer mudah mengontrol tali apabila nanti ada kendala dalam rappelling.


 2. Carabiner

https://rizkihidayat09.files.wordpress.com/2010/09/hms_carabiner.png?w=300&h=204Carabiner merupakan salah satu pengaman dari kegiatan rappelling ini jadi kita wajib menggunakannya. Fungsi dari carabiner adalah untuk mengaitkan tubuh kita ke tali dan figur 8 agar kita dapat meniti tali dan tidak jatuh. Pada umumnya carabiner ada 2 yaitu carabiner screw dan carabiner snip, tetapi yang kita gunakan kali ini adalah carabiner screw karena carabiner screw dirasa lebih aman untuk kegiatan Rappelling ini dari pada carabiner snip.



 3. Descender

https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2016/5/20/776258/776258_ec5cbadd-4872-4115-a77e-8d2f4ec7df23.jpg
Descender merupakan alat untuk turun, biasanya descender untuk rappelling adalah Figure 8. Dipilih Figure 8 karena simple dan cukup aman. Descender berfungsi sebagai alat untuk turun atau difungsikan sebagai Rem waktu meniti tali karmantel. Jika kita rappeling dengan keadaan medan vertikal kita harus menggunakan Descender ini agar saat meniti tali kita tidak jatuh.






 4. Hearnes
https://infowanapal.files.wordpress.com/2012/02/webbing.jpgAlat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas :
 ◾Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha.
◾Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha.
Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik.









5. Anchor

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimVeoM-M3MI5_RjmMPZ8xTodG-VQ5vg_tj9sdk-OaPw-603_eb2v4C_9y0ioJCbeZhpM45qXrnuJd2fcEOb2YtevVuWbf94Hamx0w41XEHrl4JAuKPjhV5hIiLyahjVipV1FL1eYkQCXk/s1600/328px-Clove_hitch.jpgAlat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu :
 ◾Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang-lubang di tebing, tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.
◾Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. Contoh : chock, piton, bolt, dan lain-lain.











Demikian artikel tentang Alat-Alat Untuk Kegiatan Rappelling semoga bermanfaat bagi kita dan menambah ilmu kita jangan lupa nantikan artikel-artikel menarik, bermanfaat, dan menambah ilmu di info outdoor.


sumber : infooutdoor.com



Reppling (turun tebing)


Mengenal Reppling




Reppling (descending) apakah anda sudah pernah mendengar kata-kata itu? Rappeling merupakan teknik turun dari tebing, jembatan dll menggunakan tali karmantel
Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang sepeuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut:
 1.Menggunakan tali karmantel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.
2.Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.
3.Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan.
Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling
1. Body Rappel
Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.
2. Brakebar Rappe
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.
3. Sling Rappel
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.
4. Arm Rappel / Hesti
Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.
Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :
1.Periksa dahulu anchornya.
2.Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.
3.Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).
4.Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.
5.Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.
Rappelling ini merupakan kegiatan yang menurut saya cukup ekstrim jadi jika anda ingin melakukannya siapkan mental anda, dan jika anda belum tahu tentang kegiatan ini sebaiknya anda bertanya kepada instruktur/orang yang lebih faham akan Rappelling, karena tidak sembarang orang bisa memasang rappelling ini dan tidak sembarang orang bisa teknik installasinya.



Demikian artikel tentang Rappelling semoga bermanfaat dan menambah ilmu bagi kita. Jangan lupa nantikan artikel-artikel menarik lainnya di info outdoor yang tentunya lebih menarik bermanfaat dan menambah ilmu.